Sesi Penutup

Pdt. Ivan Kristiono 
4 Juni 2026, pagi
Dalam Kolose 2:6-7, kita harus berakar dalam Kristus, sehingga kita dapat berakar, tidak mudah terguncang, dan setia sampai mati. Tetapi, di ayat ke-7 akhir, kita juga perlu melimpah dengan ucapan syukur: penuh sukacita, dinamis, bergerak, peka terhadap zaman, bertindak melawan arus zaman. Jika gereja setia tetapi tidak dinamis dan tidak bergerak, maka gereja itu mati. Jika gereja dinamis tetapi tidak setia, maka gereja itu tidak sejati dalam identitasnya.  Sebagai gereja Reformed, kita harus selalu peka terhadap panggilan dan bimbingan Roh Kudus. Banyak gereja kehilangan Injil, identitas, dan jati diri mereka. Kita perlu  menjaga kesetiaan sekaligus dinamika gereja. Gereja yang mengikuti perkembangan zaman, bila tidak ditunjang dengan kedalaman teologi dan kesetiaan pada Allah, akan kehilangan identitasnya.  Di tengah-tengah Kekaisaran Romawi, Paulus memproklamasikan diri kepada jemaat Kolose bahwa ada Kerajaan lain. Bila Kaisar mengaku sebagai Soter (Juruselamat), Paulus katakan Yesuslah Juruselamat. Bila Kaisar mengaku gambar Allah, Paulus berkata, Yesuslah Gambar Allah yang Sejati. Bila Kaisar dianggap membawa damai, bagi Paulus Yesuslah yang membawa damai sejahtera. Jadi, Paulus tidak ingin berjalan di jalan Kekaisaran Romawi, melainkan di dalam Kerajaan Allah. Gereja bersifat kontra kerajaan (contra imperium). Dalam contoh lain, Yusuf menentang Kekaisaran Mesir. Meskipun bekerja di jantung kekaisaran tersebut; ia tidak tunduk kepada Kekaisaran Mesir.  Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak tunduk kepada Nebukadnezar. Ezra dan Nehemia tidak tunduk kepada raja Persia. Paulus bekerja di Roma tetapi tidak tunduk kepada Kekaisaran Romawi Demikian pula, tugas dan panggilan orang-orang Kristen adalah untuk tidak tunduk pada dunia, tetapi juga tidak anti pada dunia. Kita dapat tinggal dan berkarya, tetapi tidak tunduk di sana. Gereja bukan hanya menerima tantangan zaman, tetapi juga menantang zaman. Para nabi dipanggil untuk menghakimi dan menghancurkan kebohongan dalam kerajaan-kerajaan yang salah. Dalam contoh masa kini, semangat untuk mencapai kemandirian keuangan dengan penghasilan pasif, bertentangan dengan etos kerja Reformed. Saya pernah berbincang dengan mahasiswa-mahasiswa hukum, yang saya temukan motivasi mereka belajar bidang ini adalah untuk menjadi kaya. Ini adalah suatu imajinasi imperium di mana mereka tertawan di dalamnya. Peran dan tujuan seorang nabi-nabi adalah untuk memberikan (1) pencerahan dan kesadaran yang suci, (2) menawarkan alternatif yang benar menurut Alkitab dan sesuai kehendak Allah, serta (3) membongkar kebohongan.  Sebagai contoh, melawan Mesir, Yusuf dan Musa menyatakan bahwa jika hari ini Anda memiliki cukup makanan, itu bukan karena kemampuan Anda sendiri, melainkan karena pemeliharaan Allah. Makanan bukan diberikan oleh sistem kerajaan Mesir. Sebaliknya, Tuhanlah Pencipta langit dan bumi. Setiap kali Anda pergi ke gereja pada hari Minggu (berhenti dari pekerjaan/bisnis), Anda menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus. Dengan cara apa? Mengakui bahwa hidup kita berkelimpahan, bukan dalam kelangkaan. Ada orang kaya yang memiliki mentalitas kelangkaan (misalnya Herodes yang kaya namun tidak aman), ada orang miskin namun memiliki mentalitas kelimpahan (misalnya Paulus yang hatinya selalu dipenuhi ucapan syukur). Dalam sejarah, gereja tidak selalu kaya, tetapi di mana pun komunitas gereja berada, akan selalu ada kelimpahan yang berlebih. Bangsa Babel juga ingin menaklukkan orang-orang percaya; mereka mengklaim memiliki teknologi yang membawa kemajuan (sehingga Tuhan tidak relevan). Hal ini seperti jemaat gereja yang juga terpukau oleh kemajuan teknologi sekarang ini. Daniel dididik dalam kerajaan Babel. Ia mengetahui teknologi dan kemampuan Babel tetapi tidak ingin tunduk kepada rajanya. Babel mau mengganti identitasnya tetapi Daniel tetap tunduk dan menyembah TUHAN yang sejati. Dalam hal ini, Daniel memberontak dengan mengikuti firman dan hidup suci. Meskipun bangsa Persia tidak semaju Babel, mereka adalah bangsa yang diatur oleh hukum, dengan sistem pemerintahan dan organisasi yang kokoh. Koresh mengeluarkan banyak dekrit. Raja sendiri diatur oleh hukum. Bagi kerajaan ini, semua agama dihargai asal tetap tunduk pada hukum Persia. Namun, Abednego (artinya ‘hamba Nego’) tidak tunduk dan patuh kepada raja Persia, melainkan kepada Allah. Ester, Ezra, dan Nehemia tidak selalu mengikuti logika raja dan kerajaan/hukum mereka. Ester sebenarnya menantang hukum dengan menggunakan hukum lain. Ia digunakan oleh Allah untuk melaksanakan kehendak-Nya. Peraturan dengan niat jahat dilawan dengan peraturan untuk menjaga nyawa manusia Di zaman Romawi, gereja mengejutkan masyarakat ketika menyatakan tidak adanya perbedaan strata hidup bermasyarakat, di dalam tubuh Kristus. Perjamuan Kudus adalah suatu proklamasi bahwa kendati perbedaan latar belakang jemaat, semuanya bersatu sebagai tubuh Kristus.  Oleh karena itu, orang Kristen dan gereja harus melawan imajinasi kerajaan dunia yang salah, melawan tren duniawi, dan mengalami kelimpahan dalam Kristus. Semoga kita dikuatkan untuk berakar di dalam Kristus (Kol. 2:6) dan melimpah dalam Kristus juga (Kol. 2:7). 
Close
Close Search Window
↑