Kebaktian Padang
Tugas seorang pendeta bukan untuk sekadar berkhotbah pada hari Minggu, melainkan juga mandat budaya dan mandat Injil. Gerakan Reformed Injili memiliki banyak kerinduan dan panggilan mengerjakan banyak hal. Yesus Kristus adalah pusat, pemimpin, dan kepada gereja. Kita adalah anggota gereja, tubuh Kristus. Kepala kita adalah Kristus, bukannya pendeta atau penatua. Keragaman bagian anggota ini tercantum dalam 1 Kor. 12:12-31.
Mandat budaya
Dalam Alkitab, ada beberapa golongan yang di dalam Kristus menjadi satu. Ada pembantu dan majikan (misal Ef. 6:5-9, Kol. 3:22-4:1). Dalam hal ini, terlepas dari status sosial mereka, mereka sama-sama anak-anak Tuhan. Ada laki-laki dan perempuan. Dahulu perempuan dianggap tidak setinggi laki-laki, bahkan tidak dapat hak asasi. Paulus mengabarkan Injil kepada laki-laki dan perempuan (misal Ef. 5:22 dst., Kol. 3:18-19). Mereka sama-sama umat tebusan Kristus, sama-sama anak-anak Tuhan, sama-sama anggota tubuh Kristus. Juga, ada orang Yahudi dan orang Yunani. Kebiasaan bangsa ini berbeda. Bangsa Yunani mementingkan intelektualitas, keberanian, keadilan masyarakat, dan penguasaan diri (tahan nafsu dan kemarahan), sedangkan bangsa Yahudi mementingkan takut Allah, mempelajari firman, menghafalkan Alkitab, belajar Taurat, dan beribadah. Kedua bangsa ini tidak dapat bercampur, serta menghina satu sama lain. Tetapi Paulus mengatakan bahwa di dalam Kristus, tidak boleh ada penghinaan satu sama lain.
Kita semua masuk dan jadi bagian tubuh Kristus. Ketika Injil dikabarkan, keadilan sosial dinyatakan pula sebagai kabar baik. Inilah mandat budaya. Semua sama-sama dihargai dan dicintai. Dahulu, ketika kekristenan hadir, perempuan dibela, perseteruan bangsa (Yahudi dan Yunani didamaikan). Bagaimana dengan sekarang? Bagaimana kita dapat bersaksi? Jangan menjadi orang Kristen yang hanya mencatat nama di gereja tetapi kembali ke dunia sebagai raja yang menindas. Tetapi, jadilah seorang dengan sikap hamba/pelayan yang membawa Injil Tuhan. Maukah Saudara makan bersama supir atau pembantu? Maukah kita belajar dari apa yang Alkitab nyatakan, lalu menjalankan itu dalam hidup kita?
Sebagai tubuh Kristus, kita perlu saling menghormati dan mengasihi. Jangan membeda-bedakan bangsa. Orang manapun, kalau ada di dalam Kristus, sama-sama anak Tuhan. Dalam 1Kor. 12, diberikan ilustrasi anggota-anggota tubuh yang tidak bisa saling sombong, melainkan bekerja dalam kesinambungan, supaya tubuh dapat melakukan sesuatu. Dalam gereja, ada berbagai rupa pelayan: pengkhotbah, penerjemah, pengatur sistem suara, supir, pengelola gedung, penyambut, bendahara, dsb. Tidak ada satu yang boleh sombong dan menganggap lainnya tidak penting. Masing-masing ada kepentingannya, sebagai bagian tubuh Kristus.
Mandat Injil
Kalau seseorang tidak pernah mengabarkan Injil, ia terus berada dalam murka penghakiman Allah. Tidakkah engkau tergerak mengerjakan pekerjaan Tuhan melalui pengabaran Injil? Saya berkhotbah dengan setia dari muda, bahkan pernah 11 kali sehari. Saya ketakutan tidak mengerjakan kehendak Tuhan mengabarkan Injil kepada orang banyak. Sekarang sudah makin tua, secara badaniah sulit untuk mengabarkan Injil. Tetapi kiranya Tuhan terus pakai orang yang bersedia mengabarkan Injil. Atas kesempatan ini, saya bersyukur.