Download versi cetak: 1430_KebaktianSore_2026-29Mar_STong
Panggilan Tuhan kepada Daud (12)
Pdt. Dr. Stephen Tong
*Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
Kita bicara riwayat Daud sudah hampir selesai. Sejak tahun lalu kita sudah bicara Abraham dipanggil, Musa dipanggil, dan akhirnya Daud dipanggil. Setelah Daud dipanggil selesai, kita akan bicara Elia, Yesaya dan saya harap bisa selesaikan beberapa tokoh yang besar di dalam Perjanjian Lama. Kalau bisa menyambung Perjanjian Baru sampai Yohanes Pembaptis dipanggil. Tuhan memanggil seseorang karena Tuhan mau pakai orang itu. Kalau engkau mendengar panggilan Tuhan, siaplah dirimu dipakai oleh Tuhan. Orang dipakai Tuhan adalah orang yang mendapat berkat yang paling besar. Tuhan tidak memakai setiap orang seperti orang-orang yang jelas dipanggil oleh Dia. Apakah orang dipanggil Tuhan karena mereka hebat? Tidak. Daud adalah anak paling kecil di dalam keluarga Isai. Tuhan berkata kepada Samuel, bukan kakak yang paling besar, bukan kakak yang kedua, bukan kakak ketiga, sampai akhirnya 7 saudara lewat, Tuhan berkata, “Saya tidak panggil tujuh orang ini.” Maka Samuel tanya kepada Isai, “Anakmu hanya tujuh kah?” Isai mengatakan, “Masih ada satu yang paling kecil, sekarang di dalam pegunungan, di dalam padang belantara, sedang merawat domba-dombanya.” Daud dipanggil pulang dan bertemu Samuel. Tuhan berkata kepada Samuel, “Inilah anak yang Saya mau pakai.” Bukan dia hebat, tapi Tuhan mau pakai. Waktu dia dipanggil, dia sudah menyatakan ketaatan kepada Tuhan. Keberanian melawan singa dan beruang, ini tidak diketahui oleh orang. Dia kerja apapun bukan cari nama, bukan cari kemuliaan, hanya karena dia mau setia melayani apa yang dia kerjakan.
Daud mempunyai banyak kelebihan, sejak kecil dia bersandar kepada Tuhan Allah. Sejak kecil, dia beriman kepada Yehova, maka Tuhan memberkati dia. Tetapi tidak berarti orang yang hebat seperti Daud tidak ada kelemahan. Daud seorang yang ganteng sekali dan dia mempunyai kelemahan, dia jatuh di dalam pencobaan iblis. Setelah dia menjadi raja, dia bertemu seorang wanita sedang mandi dan dia lihat wanita ini begitu cantik. Dia panggil Perempuan itu ke istana dan dia berzinah dengan wanita itu. Tidak ada orang tahu, seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi Tuhan panggil nabi Nathan, dari jauh datang mencari Daud. Nathan menegur dengan kalimat, “Kamulah orang yang berdosa itu.” Tuhan berkata, “Pedang selama-lamanya tidak meninggalkan rumah tanggamu.” Mulai hari itu, Daud ditudungi dengan kegelapan yang menghantui dia, sehingga tidak pernah ada sejahtera lagi. Akhirnya di dalam keluarga Daud, pedang tidak pernah meninggalkan dia. Ada empat anak yang dihukum mati oleh Tuhan. Saya sudah bicara tiga. Pertama, anak bayi yang bagus sekali itu, Tuhan ijikan dia mati, Daud sedih luar biasa. Kedua, Amnon memperkosa adik perempuan sendiri, akhirnya Tuhan mengijinkan Absalom membunuh Amnon. Meskipun Daud menjadi raja, tapi dia tidak mengalami hidup sejahtera karena pedang tidak meninggalkan keluarga dia. Yang ketiga adalah Absalom, dia berontak kepada Daud dan akhirnya Absalom dihukum oleh Tuhan Allah. Absalom lebih kurang ajar dari siapapun. Dia berontak melawan papanya sebagai raja. Dia ingin merebut kuasa dari papanya. Akhirnya dia memperkosa istri papanya di tengah-tengah teras yang semua bisa dilihat banyak orang. Akhirnya Tuhan mengijinkan Absalom dibunuh oleh seorang Jendral Daud yang namanya Yoab. Sudah tiga yang mati. Tuhan mencintai Daud tapi Tuhan sangat disiplin dan sangat ketat mengajar Daud. Jangan kira kau orang Kristen, kau majelis, kau tua-tua, kau pendeta, kau kurang ajar di dalam rumah Tuhan, Tuhan membiarkan engkau karena engkau kira engkau orang penting.
Meskipun Daud seorang raja, dia harus taat kepada Tuhan, tidak berani melawan Tuhan. Setelah tiga anaknya dibunuh, Daud menjadi tua. Setelah Daud menjadi tua, dia melantik anak yang dilahirkan oleh Batsyeba, yaitu Salomo. Ia yang akan meneruskan kerajaan Daud menjadi raja Israel. Waktu Salomo dilantik menjadi raja, sebelum itu masih ada satu anak dari Daud yang tidak lepas, diijinkan Tuhan untuk dibunuh. Inilah anak keempat yang harus mati. Namanya adalah Adonia. Dia pikir dialah orang hebat, dia harus menjadi raja, dia tidak cari kehendak Tuhan, dia tidak takut kepada Tuhan, dia tidak tunggu waktunya Tuhan, dia sendiri klaim saya menjadi raja meneruskan kedudukan papa saya. Dia sekongkolan dengan seorang nabi dan seorang imam, lalu suruh mereka lantik dia. Tetapi waktu itu, ada orang memberitahu kepada Adonia, bahwa Salomo baru dilantik menjadi raja, mengapa kau berani memberontak? Adonia baru tahu, yang dilantik jadi raja adalah kehendak Tuhan Allah, dia tidak berani melawan, tidak mungkin dia sukses. Dia langsung dengan takut masuk ke dalam Bait Allah, pegang tanduk mezbah, harap diampuni oleh raja Salomo. Lalu ada orang bicara dengan Salomo, sekarang saudaramu Adonia melanggar, memberontak, klaim menjadi raja. Dia ketakutan, pegang tanduk dari mezbah, harap minta diampuni. Tuhan memberikan Salomo hati yang besar dan mengatakan, “Saya ampuni dia, asal dia pulang ke rumah baik-baik dan jangan berontak lagi.” Lalu dia pulang ke rumahnya. Setelah dia pulang ke rumahnya, dia mempunyai pikiran jahat muncul lagi. Dia pikir kalau saya tidak bisa menjadi raja, saya tidak bisa meneruskan kerajaan, kedudukan daripada papa, saya mempunyai rencana lain. Tidak dapat kedudukan raja tidak apa-apa. Saya boleh mendapatkan istri yang paling cantik di seluruh negara Israel. Siapakah yang dia inginkan menjadi istrinya? Seorang perempuan yang pernah diatur untuk mendampingi raja Daud, tidur dipinggirnya. Waktu itu Daud sudah tua, rasa terlalu dingin. Orang bilang biarlah ada satu anak perempuan tidur dipinggir dia, supaya badannya lebih hangat. Maka mereka pilih diantara perempuan-perempuan gadis yang masih muda, seorang anak yang paling cantik untuk mendampingi Daud. Kecantikan anak ini terkenal di seluruh Israel. Setelah Daud meninggal dunia, maka Adonia berpikir kalau saya tidak dapat kedudukan raja, tidak apa-apa, asal saya dapat istri yang cantik, saya sudah puas. Adonia datang kepada Batsyeba, minta Batsyeba menyampaikan pada Salomo, agar dia bisa mendapatkan Abisag, perempuan cantik itu untuk menjadi istrinya. Alkitab mengatakan dua hal, Perempuan yang pernah dimiliki oleh raja, orang lain tidak boleh sembarangan ambil. Abisag yang begitu cantik, Daud sudah tua, tidak pernah tidur sama dia, cuma mendampingi dia supaya tidak terlalu dingin. Daud tidak pernah tidur secara seksual dengan Abisag.
Batsyeba mengikuti apa yang diminta oleh Adonia, dia datang kepada Salomo. Bolehkah saya minta dikabulkan, permintaan Adonia kepada engkau? Salomo dengar kalimat ini sudah tidak senang di dalam hatinya dan timbul kemarahan yang besar. Perempuan itu pernah dimiliki oleh Daud, bolehkah anak minta perempuan yang dimiliki oleh papanya, dijadikan istrinya? Jadi hari ini kita mengetahui, Adonia tidak pernah minta kehendak Tuhan. Adonia cuma menginginkan kuasa, menginginkan seks, menginginkan permintaan dia dikabulkan, diberkati oleh Tuhan Allah. Orang seperti ini bagaimana bisa memerintah bangsa Israel, umat Tuhan yang penting itu. Maka Salomo berkata, “Kali ini, Adonia minta mati sendiri. Saya sudah mengampuni dia, dia masih tidak sadar. Dia masih berani minta perempuan yang dimiliki oleh Daud menjadi istrinya. Ini kurang ajar! Saya bersumpah dihadapan Tuhan, dia hari ini harus mati.” Hari itu juga, Salomo suruh orang pergi menangkap dia dan mematikan dia, itulah anak keempat yang dihukum oleh Tuhan.
Empat anak Daud yang mati: anak Batsyeba, Amnon, Absalom, Adonia. Sudah empat ini mati, sudah selesaikah? Sudah berhentikah? Pedang tidak meninggalkan rumahmu? Bukan! Pedang selamanya tidak meninggalkan rumahmu! Apakah berarti setelah Adonia mati, masih ada pedang di dalam keluarga Daud membunuh keturunannya lagi? Saya sangat takut. Tapi Firman Tuhan tidak boleh tidak didengar oleh manusia. Setelah Adonia mati, keluarga Daud sementara sudah tidak ada pedang mengganggu mereka. Tetapi 1000 tahun kemudian, ada keturunannya yang akan dibunuh lagi, tetapi ini kali sama sekali terbalik.
Di antara offspring of David, yang paling penting siapa? Semua orang tidak perduli, tetapi saya kasih tahu, yang paling penting di dalam keturunan Daud adalah Yesus Kristus. Yesus disebut sebagai Son of David. Dia adalah offspring of David, tetapi Dia bukan keturunan secara kedagingan. Dia adalah keturunan menurut rencana Allah, duduk di atas takhta Daud untuk selama-lamanya. Dan terakhir, anak yang hampir dibunuh adalah Yesus Kristus. Alkitab berkata, upah dosa adalah maut. Tetapi anugerah Allah adalah hidup yang kekal di dalam Yesus Kristus. Anak Batsyeba mati, Amnon mati, Absalom mati, Adonia mati. Seribu tahun kemudian, keturunan Daud, keturunan yang paling penting, Yesus hampir mati. Karena pedang akan terus mau mengganggu keluarga Daud. Maka pembunuhan akan berhenti kalau ada keturunan Daud yang dibunuh. Siapakah yang terakhir mau dibunuh? Yesus Kristus.
Waktu Yesus dilahirkan di Bethlehem, maka setan ingin membunuh Yesus. Kira-kira itu hukuman yang kekal untuk keluarga Daud. Tuhan memutar balik nasib yang malang ini, Yesus tidak dibunuh, tapi di Bethlehem, kira-kira anak-anak di bawah umur 2 tahun, satu-satu dibunuh oleh Herodes. Yesus tidak dibunuh, karena Tuhan memutar kutukan menjadi berkat. Yesus bukan saja tidak mati, Yesus memberi hidup kepada orang yang percaya kepada Dia. Akitab mencatat, orang-orang majus waktu mereka pulang, malaikat berkata, “Jangan kembali ke Yerusalem.” Jangan beritahu kepada Herodes apa yang terjadi di kota Bethlehem. Maka orang-orang majus pulang dengan jalan yang lain kembali kepada negara mereka. Herodes tunggu-tunggu, akhirnya tidak mendapat jawaban. Dia marah dan mengirim orang pergi Bethlehem untuk membunuh semua anak yang di bawah 2 tahun. Hari itu Bethlehem penuh dengan tangisan, karena Herodes hitung kira-kira hampir dua tahun yang lalu ada orang yang mengatakan ada orang yang dilahirkan di Bethlehem akan menjadi raja baru. Oleh sebab itu dia cari semua anak di bawah umur 2 tahun dan dibunuh habis. Hari itu menjadi hari ratapan yang besar untuk seluruh kota Bethlehem. Tetapi Tuhan pelihara anak Daud yang satu ini tidak mati. Bahkan kutukan dibuang oleh Yesus dan berkat mulai dari Yesus Kristus. Baru berhentilah pedang di situ. Kita bersyukur kepada Tuhan. Daud berdosa, pedang tidak meninggalkan dia. Lalu kecelakaan berhenti karena Yesus datang ke dunia. Berkat dimulai daripada Yesus yang membawa damai ke dalam dunia. Ini semua tercatat di dalam kitab suci. Tuhan berkata, “Aku akan menegakkan keturunanmu menjadi raja untuk selama-lamanya di dalam kerajaan Israel.” Pembunuhan berhenti dan berkat mulai, melalui Yesus Kristus yang menjadi Juruselamat.
Tidak ada orang di seluruh sejarah mengerti isi hati Tuhan lebih daripada raja Daud. Daud adalah orang yang berkenan di dalam hati Tuhan. Daud adalah satu-satunya orang yang mengerti hidup dan rencana Allah, lebih daripada Musa, lebih dari Abraham, lebih dari Yesaya, lebih dari siapapun di dalam dunia. Karena di dalam sejarah tidak ada orang mengerti teologi Kristologi lebih mengerti daripada Daud. Saya sangat kaget, darimana Daud belajar teologi sekuat seperti ini, mengerti sedalam seperti ini, mengerti seluas ini, dan semua mengenai Yesus sebagai Kristus. Saya pernah menyinggung ini, Christ is known by David more than any other theologians in the history. Apakah Daud pernah belajar di sekolah teologi, apakah Daud pernah belajar sistematik atau Kristologi di dalam seminari yang terbesar di dunia? Tidak pernah. Mengapa Daud yang memberi kepada sejarah gereja pengertian yang paling tuntas, paling luas, paling dalam, paling pasti, paling jitu mengenai Kristus? Seluruh gereja dari ribuan tahun membaca iman rasuli. Kita mengetahui, Yesus dilahirkan melalui Roh Kudus, di dalam kandungan Maria. Kita mengetahui Yesus sudah besar, dijual dengan 30 keping perak. Kita mengetahui, Yesus dipaku di tengah-tengah 2 perampok, Dia di tengah. Kita mengetahui waktu Yesus dipaku di atas kayu salib, Dia berteriak, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” Ini semua seperti Daud sudah lihat satu-satu terjadi. Dan Daud tulis semua Kristologi yang begitu tepat, yang begitu akurat, padahal waktu dia tulis Mazmur semua ini sampai Yesus lahir kira-kira 1000 tahun. Bukan saja demikian, Daud menulis waktu Yesus mati, His physical body will not meet corruption. Jiwanya juga tidak berhenti ditahan di dalam akhirat. Bukan saja demikian, hari ketiga Yesus bangkit. Dari mana Daud mengerti semua ini? Saya tidak tahu. Saya hanya kaget, saya hanya kagum, saya hanya rasa heran, Daud mempunyai pengertian teologi begitu tepat, begitu dalam, begitu sempurna, begitu akurat, karena wahyu Tuhan kepada dia. Di luar perzinahan yang pernah diperbuat oleh Daud, Daud seumur hidup adalah murid Kristologi yang paling mengerti kehendak Tuhan. Dan dia menulis, Yesus sudah bangkit, Dia naik ke surga. Yesus bukan saja naik ke surga, Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa untuk selama-lamanya. Dan Dia akan datang lagi menghakimi orang hidup dan orang mati. Ini satu persatu ditulis di dalam Mazmur. Seribu tahun sebelum Yesus dilahirkan. Seribu tahun sebelum Yesus inkarnasi. Daud mengerti Kristologi lebih daripada Abraham. Daud mengerti Kristus lebih daripada Musa. Daud mengerti riwayat Yesus lebih daripada nabi-nabi yang lain. Daud seorang ajaib. Daud seorang yang mengerti Kristologi, dan semua ditulis 1000 tahun sebelum Yesus lahir.
Kalau engkau baca kitab suci yang disebut kitab Mazmur, jangan lupa harus mengerti satu kalimat namanya Messianic Psalms, yaitu Mazmur tentang Kristologi. Begitu banyak ayat-ayat tertulis di dalam Mazmur, semua dari Daud. Daud memang ada kelemahan besar, tapi dia mempunyai iman yang lebih daripada siapapun. Sekarang kita yang menjadi orang Kristen, kita hampir setiap minggu membaca iman rasuli. Aku percaya kepada Anak Allah, yang lahir dari Roh Kudus, dilahirkan melalui Maria. Dia mati di bawah Pontius Pilatus. Dia dipaku di atas Golgota. Dia terkutuk, dan Dia mati dan masuk ke dalam kuburan. Tubuh Dia tidak mengalami kerusakan. Jiwa Dia tidak diberhentikan di dalam akhirat. Dia bangkit, kembali ke rumah Bapa. Dia duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Dia akan datang lagi, menghakimi orang hidup dan orang mati. Yesus di dunia, peristiwa yang paling penting, semua dinubuatkan, semua ditulis jelas oleh Daud 1000 tahun sebelum Yesus datang. Saya menyimpulkan satu kalimat, David is the greatest theologian of all times in the history. David knows Christology deeper, more accurate than anyone else in the history. Inilah sebabnya Tuhan berkata, he is the man after My mind. Orang yang berkenan di hati-Ku, yang paling mendalam adalah Daud. Kita mengerti Perjanjian Lama, melalui penggenapan di dalam Perjanjian Baru. Kita mengerti Perjanjian Baru melalui nubuat-nubuat di dalam Perjanjian Lama. Kita mengerti Kristologi melalui nubuat-nubuat Daud di dalam Mazmur. Kita bersyukur kepada Tuhan.
Kiranya kita cinta Yesus. Kiranya kita mengerti Kristus. Kita mengetahui nubuat-nubuat yang paling jitu di dalam Perjanjian Lama adalah dari Daud yang bicara tentang Kristologi. Hari ini saya bicara sampai di sini, lain kali saya datang, saya akan menguraikan Mazmur-mazmur yang penting. Dan akhirnya satu Mazmur yang paling memuncak, yaitu Mazmur 23. Ini melebihi semua mazmur di dalam kitab Suci. Setelah Mazmur 23 selesai, saya berhentikan riwayat Daud dipanggil Tuhan. Lalu kira-kira dua bulan atau satu bulan kemudian, kita masuk ke dalam Tuhan memanggil Elia menjadi hamba-Nya. Kiranya Tuhan memberkati kita masing-masing. Mari kita semua tunduk kepala berdoa.